Jumat, 15 Oktober 2010

Contoh Pentingnya Proses

Contoh Pentingnya Proses
Process

Mengacu pada sistem yang digunakan untuk membantu organisaasi dalam memberikan layanan. Bayangkan Anda berjalan ke Burger King dan Anda memesan Whopper Meal dan Anda mendapatkan mengirimkannya dalam waktu 2 menit. Apa proses yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan pelayanan yang efisien? Bank yang mengirimkan Kartu Kredit secara otomatis saat pelanggan mereka berumur satu telah berakhir lagi memerlukan proses yang efisien untuk mengidentifikasi tanggal kadaluwarsa dan pembaruan. Sebuah pelayanan yang efisien yang menggantikan kartu kredit lama akan menumbuhkan loyalitas konsumen dan kepercayaan perusahaan.

http://www.learnmarketing.net/servicemarketingmix.htm

proses wirausaha

Proses Kewirausahaan
By: Ade S | Label: Entrepreneurship, Kewirausahaan |
Tahap-tahap Kewirausahaan

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha :

1. Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri / manufaktur / produksi atau jasa.
2. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan", tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
3. Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
4. Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.


Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3), proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga (Suryana, 2001 : 34).

Secara ringkas, model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma, 2007 : 10 – 12) :

1. proses inovasi
2. proses pemicu
3. proses pelaksanaan
4. proses pertumbuhan


Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah :

* mencari peluang usaha baru : lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang pernah dilakukan
* pembiayaan : pendanaan – jumlah dan sumber-sumber dana
* SDM : tenaga kerja yang dipergunakan
* kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha
* organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki
* kepemimpinan : kejujuran, agama, tujuan jangka panjang, proses manajerial (POAC)
* Pemasaran : lokasi dan tempat usaha

http://adesyams.blogspot.com/2009/06/proses-kewirausahaan.html

konsep dasar

Pengertian dan Konsep Dasar Proses Produksi
Pengertian dan Konsep Dasar Proses Produksi

Sebelum kita membahas mengenai pengertian dari proses produksi, sebaiknya terlebih dahulu kita mengtahui arti dari proses. Yang dimaksud dengan proses adalah cara, metode, dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga keja, mesin, bahan, dan daya) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Sedangkan produksi seperti kita ketahui adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa. Dari uraian diatas kita dapat menarik kesimpulan mengenai pengertian dari proses produksi. Proses produksi dapat diartikan sebagai cara, metode, dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan-bahan, dan daya) yang ada. Seperti kita ketahui bahwa cara, metode dan teknik menghasilkan produk yang cukup banyak, maka proses produksi saat ini sangat banyak macamnya, Walaupun jenis proses produksi sangat banyak, tetapi secara ekstrem dapat dibedakan menjadi dua yaitu proses produksi yang terus-menerus (countinous processes) dan proses produksi yang terputus-putus (intermitten processes) ( Assauri, Sofjan, 1993).
Proses produksi adalah pengubahan (transformasi) dari bahan atau komponen menjadi produk lain yang mempunyai nilai lebih tinggi atau dalam prosesnya terjadi penambahan nilai (Yamit, Zulian, 1998).
Casperz, Vincent (2001) mendefinisikan proses produksi sebagai integrasi sekuensial dari tenaga kerja, informasi, mede kerja, dan mesin-mesin atau peralatan dalam suatu lingkungan guna menghasilkan nilai tambah bagi produk agar dapat dijual dengan harga kompetitif dipasaran. Prses ini mengkonversi input terukur kedalam output terukur melalui sejumlah langkah yang terorganisai, (lihat pada gambar 2.1).
tahun 1970-an sejalan dengan semakin berkembangnya komputer dan ditemukannya berbagai konsep baru lainnya.
Salah satu alasan mengapa MRP digunakan secara cepat dan meluas sebagai teknik manajemen produksi yaitu karena MRP menggunakan kemampuan komputer untuk menyimpan dan mengelola data yang berguna dalam menjalankan kegiatan perusahaan. MRP dapat mengkoordinasikan kegiatan dari berbagai fungsi dalam perusahaan manufaktur, seperti teknik, produksi, dan pengadaan. Oleh karena itu, hal yang menarik dari MRP tidak hanya fungsinya sebagai penunjang dalam pengambilan keputusan, melainkan keseluruhan peranannya dalam kegiatan perusahaan.
MRP sangat bermanfaat bagi perencanaan kebutuhan material untuk komponen yang jumlah kebutuhannya dipengaruhi oleh komponen lain (dependent demand). Sistem MRP mengendalikan agar komponen yang diperlukan untuk kelancaran produksi dapat tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan.
MRP memberikan peningkatan efisiensi karena jumlah persediaan, waktu produksi dan waktu pengiriman barang dapat direncanakan dengan lebih baik, karena ada keterpaduan dalam kegiatan yang didasarkan pada jadwal induk.
Moto dari MRP adalah memperoleh material yang tepat, dari sumber yang tepat, untuk penempatan yang tepat, pada waktu yang tepat



http://bagus-coy.blogspot.com/2010/04/pengertian-dan-konsep-dasar-proses.html

pengumpulan proses data

TENTANG MEDIA : Pengumpulan, Pengolahan, dan Penyajian

Oleh A. Okhi Irawan

Seperti kita ketahui bahwasanya media massa terbagai dalam dua kategori besar, yaitu, media massa cetak, media massa elektronik. Adapun media baru yang mendapat tempat di masyarakat Indonesia akhir-akhir ini yaitu internet sebagai new medium at the communication age.

Mulanya hanya catatan

Pada perkembangan awal, kegiatan reportase, tulis menulis atau aktifitas jurnalistik dikenal sebagai acta diurna, dalam pengertian harfiah berarti kegiatan untuk menuliskan dan mewartakan kegiatan senat yang berlangsung pada masa Julius Caesar, sekitar abad 15. Kini, berabad lampau setelahnya, jurnal harian yang ditulis seorang diurnarii atau wartawan tersebut telah mengalami perubahan signifikan sesuai perubahan zaman yang menyertainya.

Aktifitas jurnalistik tersebut dapat di lihat dalam beberapa aspek. Pertama, dari proses pengumpulan. Forum redaksi yang biasanya diselenggarakan, merupakan proses awal sebelum peliputan ke lapangan. Dalam forum tersebut, segenap awak redaksi, baik top management sampai lower management, berdiskusi mengenai issue aktual yang akan di sajikan dalam tiap edisi.

Lantas, setelah terjadi kesepakatan mengenai tema apa yang akan ‘dihidangkan’ pada khalayak para awak redaksi terjun ke lapangan menurut job description-nya masing-masing. Wartawan sebagai subjek utama dari kegiatan jurnalistik. Secara struktur, pengumpulan berita melalui proses koordinasi antara wartawan sebagai garda utama redaksi dengan staf redaksi yang berada di meja institusi yang ada di belakangnya.

Kalau diurutkan susunannya sebagai berikut : Pimpinan Redaksi - Redaktur Pelaksana - Koord. Liputan - Wartawan.

Dalam tataran media cetak, wartawan adalah subjek primer yang berhubungan langsung dengan sumber berita. Lalu, subjek struktural diatasnya bertanggungjawab secara redaksional dan secara institusi apabila ada berita yang dianggap mencemarkan atau membuat itikad yang kurang baik di benak pembaca. Redaksi harus menyediakan hak jawab dan hak koreksi apabila ternyata telah melakukan kekeliruan.

Proses penyajian pada media cetak pada umumnya menggunakan tampilan grafis yang tergolong simple atau sederhana, terlebih media-media formal yang ada. Coba Anda bandingkan media nasional seperti Koran Kompas, Koran Tempo, Pikiran Rakyat dll. Terlihat sederhana bukan? Tipografi yang dikedepankan adalah kesederhanaan.

Hal ini ditujukan dalam pembentukan karakteristik bahasa visual, mulai dari penempatan huruf yang terlihat simple, elegan, serta eye catchy, kolom dan tekstur yang tertata supaya terlihat lebih familiar dan mudah terbaca oleh kebanyakan orang. Copywriting, atau mengenai aspek tulisan dan karakter gaya yang ditawarkan kepada khalayak tergantung kepada ideologi dan latar belakang media itu sendiri. Ada yang tersurat baku layaknya pelaporan resmi, ada yang bercerita dengan tuturan manusiawi sederhana sehingga mudah diserap, ada juga yang ngejelimet, penuh kontemplasi dan bikin otak mengkerut.

And then electricized

Seperti halnya media cetak, pola-pola dasar jurnalistik dalam mencari, mengolah suatu fakta menjadi berita tidak jauh berbeda. Hanya, proses penyajianlah yang mendapat proporsi berbeda.

Cyber medium and the age of journalism

Sebagai salah satu perwujudan revolusi ketiga setelah revolusi industri dan pertanian, revolusi informasi merupakan kelanjutan dinamika kehidupan manusia dari penggunaan otot serta mesin menjadi optimalisasi otak serta ide-ide kreatif. Dan akhirnya hadirlah suatu bentuk media penyampai informasi berupa internet setelah beragam inovasi dilakukan dalam menyampaikan suatu message kepada publik. Akhirnya, masyarakat pun mendapat wahana baru dalam memperoleh pengetahuan.

Cyber media adalah medium komunikasi massa melalui media world wide web dalam sebuah ruang dan waktu yang bernama dunia maya. Hal ini merupakan paradigma baru dalam perkembangan media massa yang mampu mentransformasikan metode interaksi informasi pada perkembangan masa sekarang dan akan datang.

Cyber media memiliki sifat utama yaitu, tak kenal batas (borderless), tak kenal waktu (timeless), seketika (real time), serta kecepatan waktu (high speed). Hal tersebut merupakan salah satu keuntungan media cyber dibanding dengan media konvensional lainnya seperti media-media cetak.

Pada umumnya, proses pencarian berita atau sistem kerja media cyber tidak jauh berbeda dengan media konvensional seperti koran, majalah dan sejenisnya yang merupakan sarana penyalurkan konstruksi pesan dari komunikastor kepada komunikan. Ada proses kerja seperti peliputan oleh wartawan ke lapangan dengan koodinasi melalui koodinator liputan, lalu masuk ke meja redaksi menghadap redaktur pelaksana yang berada dalam struktur lapis kedua dalam bidang redaksi.

Selanjutnya, proses kebijakan laik-tidaknya suatu karya jurnalistik dalam media on-line diputuskan dalam suatu forum redaksi beserta kebijakan yang berada dalam tanggungjawab pimpinan redaksi. Lalu, bangunan fakta merujuk seluruh kepada sistem pesan-pesan yang dipilih, diproduksi, diolah, dan akhirnya di siarkan oleh source melalui media serba-cepat ini hingga mampu diterima serta ditanggapi oleh sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen serta anonim dengan kedipan mata.Namun, dalam media on-line seperti ini proses pencarian, pengolahan, dan penyajian berita berlangsung cepat sekali.

Mengenai Pola komunikasi

Pesan yang sama dapat diterima secara serentak, sesaat, dan cepat. Pada umumnya, media cyber memiliki karakteristik komunikasi yang beragam, bisa satu arah (one way communication) maupun dua arah (two way communication). Tetapi biasanya tergantung dari kebijakan owner web tersebut. Karena sasarannya pun bersifat global. Biasanya, komunikasi yang terjadi dalam sebuah situs bisa bersifat dua arah dimana komunikator (owner) dan komunikan (pengakses internet) bisa saling berinteraksi secara langsung tanpa perlu birokrasi dan biaya yang berlebih. Si komunikan dapat menanggapi informasi yang ada dan tampil pada halaman situs tersebut secara langsung, melalui halaman pembaca atau kolom opini yang tersedia.

Lahan

Media cyber akhir-akhir ini merupakan suatu lahan industri bagi dunia jurnalistik. Didalamnya dapat tercipta informasi, suplemen, konsultasi, info publik, iklan, dan tentunya lapangan kerja baru dibidang jasa informasi. Perkembangan menunjukkan, bahwa dari waktu ke waktu pengguna internet terus bertambah. Coba tengok data global centre perusahaan jasa keamanan internet yang menangani server situs menunjukan bahwa sampai Februari 2000 saja tercatat pengunjung situs 8 juta orang per harinya. Lima tahun dari tahun tersebut, angka pengguna melonjak signifikan, pasti!

Kemasan

Dalam cyber, deadline suatu produk jurnalistik berupa ‘berita’ merupakan tampilan paling depan, dan menu serta sub-menu informasi yang dibutuhkan khalayak di letakkan sebelah pinggir berita utama. Seperti Home page berita hari ini dengan berita terkininya, arsip informasi lainnya pun tak kalah penting. Menu-menu informasi disajikan secara teratur dan tersusun sistematis tinggal di klik

Tampilan halaman cyber berbeda dengan media konvensional. Dalam tampilan halaman media konvensional, audience harus bersusah payah membolak-balik halaman untuk memperoleh informasi yang diinginkannya, sedangkan, pada tampilan halaman cyber kita praktis tinggal mengkliknya saja. Dan waktu akan lebih efisien dengan adanya fasilitas search engine, dimana kita tinggal mengetik tema berita yang diinginkan, lalu, setelah ditemukan kita tinggal memilih tema-tema yang telah tersaring. Cyber juga memilki kemasan grafik yang lebih menarik bahkan dinamis ketimbang pada media konvensional. Hal tersebut dapat dilihat pada aspek pengorganisasian unsur-unsur seperti titik, garis, rupa, tekstur, warna, dan nada ke dalam suatu struktur dan bentuk yang menyatu, teratur, serta bermakna lebih ketimbang pada tampilan media konvensional. Tampilan dan perwajahan cyber media memberikan nilai plus yang lebih menarik bagi first impression audience.

Berbicara mengenai nilai lebih : Periklanan via media konvensional.

Media konvensional meletakkan perwajahan sebagai hal yang utama selain bobot isi yang ditampilkan, sehingga rata-rata bentuk lay out pada media konvensional ini cukup bagus, baik, serta kreatif. Sedangkan salah satu segi kelemahan dari media ini, pertama, wujud fisik cepat usang dibandingkan dengan bentuk media kontemporer seperti cyber. Sehingga keberlangsungan karya jurnalistik akan sangat minm. Lalu, apabila kita akan mencari suatu topik atau iklan tertentu harus dicari secara teliti dan teratur, hal ini berpengaruh pada individu yang mempunyai mobilitas yang tinggi.

Informasi yang disajikan dalam media cetak adalah berita yang telah terjadi dan sampai kepada para audience yang sudah naik cetak pada masa produksi, sehingga apabila ada berita yang lebih aktual serta krusial setelah masa produksi berlalu maka peristiwa tersebut tidak akan termuat. Lain halnya dengan situs, berita termuat dalam halaman web dapat di perbaharui dengan seketika. Lantas, berita pun akan terpublikasikan ke seluruh dunia dengan secepat-cepatnya (sesuai dengan salah satu esensi jurnalistik). Kelemahan lainnya, yaitu, media (cyber) ini bisa di salahgunakan oleh siapa saja dan dapat dikacaukan untuk maksud tertentu karena tidak ada limitasi bagi penguna yang dapat mengakses hal tersebut, sehingga sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis pengguna jasa cyber yang berada di bawah umur apabila tidak mendapat dampingan serta proteksi orang yang lebih dewasa.


http://okhi.blog.friendster.com/2008/04/tentang-media-pengumpulan-pengolahan-dan-penyajian/

proses pelayanan publik

Seri Panduan Manajemen Kinerja Pelayanan Publik (3) : Peningkatan Manajemen Pelayanan dengan 3PO

Untuk mencapai target pelayanan diperlukan peningkatan manajemen pelayanan. Ini menyangkut perbaikan Prosedur, Personil, Peraturan (Kebijakan) dan Organisasi yang bisa disingkat menjadi 3PO. Keempatnya menjadi bagian-bagian yang tidak terpisahkan. Oleh karena yang pertama-tama dipermasalahkan biasanya adalah aspek organisasi, uraian dibawah ini dimulai dari Organisasi pengelolaan pelayanan, kemudian mengalir ke Prosedur pelayanan yang sesuai dengan organisasinya, kemudian ke Personil yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan prosedur, dan akhirnya ke Peraturan yang diperlukan untuk mengukuhkan sistem pelayanan baru yang lebih efektif dan efisien.

1. Perbaikan Organisasi

Sebagaimana disinggung pada pembahasan Alur Penyediaan Pelayanan (Service Delivery Flow), terkait aspek organisasi yang sering dikeluhkan adalah: ketidakjelasan siapa yang bertanggung jawab atas suatu masalah dalam pelayanan. Sepintas lalu sepertinya pembagian tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) cukup jelas, namun begitu ada masalah riil yang harus ditangani, seringkali menjadi tidak jelas. Sebagaimana keluhan ini: “Organisasinya semrawut, tak jelas siapa yang bertanggung jawab, terjadi tumpang tindih, atau bahkan tak ada yang bertanggung jawab”. Penyediaan dan penyaluran pelayanan sering tersebar di beberapa lembaga/unit, dengan syarat yang berbeda-beda, sehingga menyulitkan masyarakat pengguna layanan atau kelompok sasaran.


Image



Perbaikan Organisasi sebaiknya menganut pada beberapa prinsip sebagai berikut:
• Struktur organisasi merupakan konsekuensi logis dari misinya ("form follows function");
• Organisasi sederhana dan ramping (“miskin struktur, kaya fungsi”, atau „lean and mean“);
• Peran (lingkup tugas, fungsi) dan akuntabilitas dari tiap unit jelas, tidak ada tumpang tindih (efektif dan efisien);
• Mencerminkan hubungan dan kaitan antar unit, hubungan dengan SKPD lain, serta pola kemitraan dengan lembaga swasta dan swadaya masyarakat; dan
• Mencakup tingkatan organisasi yang perlu diperbaiki, misalkan unit pelayanan (service point) tingkat paling bahwa yang berhubungan langsung dengan pengguna jasa (misalkan unit rawat nginap di Puskesmas); (b) tingkat pusat pelayanan (misalkan Puskesmas); dan (c) lembaga pendukung (SKPD) dari pusat/unit pelayanan tersebut (misalkan Dinas Kesehatan).

Unit pelaksana pelayanan di atas tidak dapat berfungsi kalau tidak ada dukungan yang kuat dari SKPD induknya, serta dari instansi-instansi lain yang terkait dan ikut memasok sumber daya yang diperlukan. Kelancaran hubungan antara unit pelaksana dengan lembaga-lembaga pendukungnya tersebut sangatlah menentukan, agar dukungan dan pasokan dapat diterima tepat waktu (”just-in-time”), agar unit pelaksana dapat melayani para pelanggan atau masyarakat dengan baik.

Pembagian tugas diantara lembaga pendukung tersebut juga perlu mengidentifikasi kewenangan masing-masing, apakah sebagai: pengambil keputusan, regulator, perencana, koordinator, pemasok (pemasok informasi, penyandang dana, penyedia orang, dst), penyalur/distributor, penghubung, pelaksana, pelaksana pembantu, pengawas dan penilai (evaluator).

Memperhatikan aspek kewenangan tersebut penting, karena selain peran dalam aspek fungsional, tiap lembaga/instansi tentunya perlu ditempatkan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, supaya tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab. Pengaturan tersebut juga untuk menghindari kecemburuan ataupun konflik kepentingan antar lembaga/unit.

2. Perbaikan Prosedur

Tujuan perbaikan prosedur di dalam organisasi adalah untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas proses pelayanan, serta tujuan pemerataan pelayanan. Ini menyangkut daya/sikap tanggap, akuntabilitas, dan transparansi. Kriteria penyelenggaraan pelayanan yang baik, sesuai Kepmenpan No. 25 tahun 2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah meliputi: kesederhanaan, kejelasan, kepastian dan ketepatan waktu, akurasi, tidak diskriminatif, bertanggung jawab, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, kejujuran, kecermatan, kedisiplinan, kesopanan, keramahan, keamanan, serta kenyamanan.

Prosedur penyediaan pelayanan dapat dibedakan atas dua proses utama, yaitu: (a) Proses penyajian pelayanan pada unit pelayanan (service point); (b) Proses pendukung unit pelayanan tersebut. Unit pelayanan (service point) - dimana pengguna jasa pelayanan (masyarakat) mendapat pelayanan. Prosedur menyangkut saat pengguna jasa datang atau bertemu petugas (loket), menyampaikan kebutuhan dan menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan, hingga mereka memperoleh pelayanan jasa atau barang. Untuk menjamin pelayanan yang “cepat, mudah dan terjangkau” diperlukan prosedur yang efisien, jelas, tidak berbelit-belit dan mudah diikuti atau dipenuhi oleh pengguna jasa.

Pendukung unit pelayanan – yang memberikan dukungan sumber daya, informasi, keputusan, pedoman dari dinas (SKPD) terkait, juga lembaga-lembaga non pemerintah. Untuk kelancaran pelayanan, maka dipelukan kejelasan prosedur kerjasama antar lembaga. Masing-masing bertanggung jawab apa, kewenangannya apa? Pada umumnya setiap SKPD sudah mempunyai prosedur pelayanan untuk setiap pelayanan yang menjadi urusan wajibnya. Namun sesuai perkembangan dan tuntutan masyarakat tentunya perlu selalu disesuaikan dan ditingkatkan. Sama halnya dengan kerjasama antar SKPD karena kelembagaan pemerintah daerah bisa berubah dari waktu ke waktu. Untuk itu perlu penyusunan kembali prosedur pelayanan dan sistem pendukungnya yang melibatkan beberapa SKPD dan lembaga di luar pemerintah daerah.


Image

Dalam penyempurnaan prosedur tersebut, tindakan yang sering dilakukan adalah: abolish, combine, simplify, decentralize (ACSD). Yaitu: Apakah suatu proses bisa dihapus (abolish) saja, atau lebih baik digabung (combine) antar beberapa proses, atau hanya perlu disederhanakan (simplify), atau dalam beberapa kasus banyak kegiatan yang sifatnya teknis yang bisa didesentralisasikan kepada pelaksana, tidak harus oleh kepala SKPD, apalagi Bupati.


Sebagai hasil pembenahan prosedur, perlu digambarkan prosedur dan arus keputusan, informasi, uang, barang, dalam mata rantai penyajian pelayanan dan kegiatan-kegiatan pendukungnya. Dengan demikian akan tampak secara visual prosedur (flow diagram) yang dituju, dibandingkan dengan yang ada sekarang, dan bagaimana tahapan perbaikannya. Dengan diagram yang secara visual menggambarkan mata rantai prosedur tersebut maka pekerjaan peningkatan pelayanan akan menjadi jelas, mudah dimengerti para partisipan yang awam sekalipun.



http://bp2t.magelangkota.go.id/component/content/article/257-seri-panduan-manajemen-kinerja-pelayanan-publik-3-peningkatan-manajemen-pelayanan-dengan-3po-1.html

prosedur pengumpulan bukti

BUKTI DAN PROSEDUR PEMERIKSAAN SEBAGAI SUATU CARA PENGUMPULAN BUKTI
M. UTAMA NASUTION
Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara
A. PENDAHULAN
Pemeriksaan adalah suatu proses sistematik yang dilakukan oleh orang yang independen untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti mengenai sejumlah informasi yang berhubungan dengan kesatuan ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara sejumlah informasi tersebut dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan.
Sebagai dasar untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan yang diperiksanya, akuntan publik harus mengumpulkan bukti-bukti dalam pemeriksaannya. Meskipun catatan kwitansi menyediakan bukti pemeriksaan yang cukup untuk mendukung pendapat anditor, namun catatan tersebut bukan satu-satunya bukti pemeriksaan yang dikumpulkan oleh auditor.
Pengumpulan bukti pemeriksaan dapat dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap aktiva, wawancara, serta melalui berbagai sumber di luar pemeriksaan klien. Standar pekerjaan lapangan ketiga menyatakan:
“Bukti andit kompeten yang cukup harns diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan”.
Ukuran keabsahan bukti tersebut untuk tujuan audit tergantung pada pertimbangan auditor independen. Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan yang diauditnya. Ketepatan sasaran, objektivitas, ketepatan waktu dan keberadaan bukti audit lain yang menguatkan kesimpulan, seluruhnya berpengaruh terhadap kompetensi bukti.
B. KOMPETENSI BUKTI PEMERIKSAAN
Kompetensi bukti pemeriksaan dimaksudkan sebagai suatu tingkat dimana bukti-bukti yang diperoleh dapat dipercaya. Jika bukti-bukti yang diperoleh dipertimbangkan sangai kompeten, maka hal ini akan sangat membantu auditor dalam menentukan bahwa laporan keuangan yang diperiksanya telah disajikan secara wajar.
Untuk dapat dikatakan kompeten, bukti-bukti pemeriksaan bergantung kepada beberapa faktor. Pertimbangan-pertimbangan yang telah dilakukan secara luas dalam pemeriksaan antara lain adalah:
- Relevan ( Relevance)
- Sumber perolehan (Sources)
- Ketepatan waktu (Timeliness)
- Objektifitas (Objectivity)
RELEVAN
Bukti yang diperoleh haruslah berhubungan dengan tujuan auditor. Jika tujuan auditor adalah untuk menentukan keberadaan (existence) suatu persediaan, auditor dapat memperoleh bukti dengan mengadakan observasi secara langsung terhadap persediaan tersebut tetapi, bukti tersebut bisa tidak relevan dalam hal menentukan apakah persediaan tersebut milik klien atau dalam hal penilaiannya. Jadi dalam hal ini, suatu bukti mungkin relevan dalam suatu tujuan audit, tetapi tidak relevan dalam tujuan audit yang lain.
©2004 Digitized by USU digital library 1
SUMBER PEROLEHAN
Beberapa situasi atau keadaan yang berhubungan dengan sumber perolehan bukti dapat mempengaruhi kompetensi bukti tersebut Misalnya seorang auditor bermaksud mendapatkan bukti mengenai jumlah hutang seorang langganan. Langganan tersebut dapat ditanyai secara langsung mengenai saldo hutangnya, atau auditor dapat memeriksa bukti pengiriman barang dan tembusan faktur penjualan untuk transaksi-transaksi yang berhubungan dengan saldo hutang tersebut. Dalam hal ini, bukti yang diperoleh dari sumber pertama dianggap lebih kompeten jika dibandingkan dengan sumber yang diperoleh dengan cara ke dua.
Secara garis besarnya sumber-sumber informasi yang dapat mempengaruhi kompetensi bukti yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Apabila bukti yang diperoleh berasal dari sumber yang independen di luar perusahaan bukti tersebut dapat memberikan jaminan yang keandalan yang lebih besar dibandingkan dengan bukti yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri.
2. Semakin effektif struktur pengendalian intern perusahaan, semakin besar jaminan yang diberikan mengenai keandalan data akuntansi dan laporan keuangan.
3. Pengetahuan auditor secara pribadi dan secara langsung yang diperoleh melalui pemeriksaan fisik, pengamatan, perhitungan, dan inspeksi lebih bersifat meyakinkan dibandingkan dengan infonnasi yang diperoleh secara tidak langsung.
KETEPATAN WAKTU (TIMELINESS)
Ketepatan waktu berhubungan dengan tanggal pada waktu bukti itu terjadi. Ketepatan waktu ini penting terutama dalam melakukan penilaian terhadap aktiva lancar, hutang lancar, dan yang berhubungan dengan saldo-saldo daftar rugi laba. Untuk perkiraan-perkiraan ini auditor mencari bukti apakah klien telah melakukan cutoff yang tepat terhadap transaksi kas, penjualan dan pembelian pada tanggal dilaporkan. Hal ini memungkinkan apabila auditor melakukan prosedur audit menjelang atau pada tanggal tersebut. Jadi dalam hal ini bukti yang diperoleh dari perhitungan fisik pada tanggal neraca akan menghasilkan bukti perhitungan yang lebih baik dibandingkan perhitungan yang dilakukan sesudah waktu tersebut.
OBJEKTIVITAS
Bukti yang bersifat objektif umtmmya lebih dapat dipercaya. Misalnya, bukti yang
diperoleh dari pihak luar perusahaan yang independent akan lebih objektif daripada bukti yang semata-mata diperoleh dari klien itu sendiri.
Dalam menilai objektifitas suatu bukti, perlu juga penilaian mengenai kualifik personal yang menyediakan bukti tersebut.
Sesuai dengan standar pekerjaan lapangan, audit yang dilakukan auditor independen bertujuan untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk dipakai sebagai dasar yang memadai dalam merumuskan pendapatnya.
Kompetensi data akuntansi yang mendasari dan informasi yang menguatkan, secara langsung berhungan dengan efektifuya internal control klien.
C. CUKUP ATAU TIDAKNYA BUKTI PEMERIKSAAN
Jumlah bukti yang diperoleh menentukan cukup tidaknya (sufficiency) bukti tersebut. Jumlah ini diukur melalui ukuran sampel yang diambil oleh auditor.
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertimbangan auditor mengenai cukup tidaknya suatu bukti yang diperlukan, antara lain:

1. Tingkat Materialitas dan Resiko.
2. Faktor-faktor Ekonomi.
3. Ukuran Dan Kharakteristik Populasi.
TINGKAT MATERIALITAS DAN RESIKO.
Secara umum, bukti yang diperlukan bagi perkiraan-perkiraan yang materiil terhadap laporan keuangan akan lebih banyak dibandingkan bagi perkiraan-perkiraan yang kurang atau tidak materiil. Jadi, dalam melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan industri, jumlah bukti yang diperlukan untuk mendukung pemeriksaan persediaan akan lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang diperlukan dalam pemeriksaan biaya yang dibayar dimuka.
Demikian juga sama halnya perkiraan-perkiraan yang kelihatannya diragukan akan memerlukan bukti yang lebih banyak dibandingkan dengan perkiraan-perkiraan yang kelihatannya benar. Misalnya, resiko terjadinya kesalahan dalam penilaian persediaan biasanya lebih besar dibandingkan dengan penilaian terhadap tanah yang digunakan sebagai tempat berdirinya bangunan.
FAKTOR-FAKTOR EKONOMI
Auditor bekerja dalam batas-batas pertimbangan ekonomis, jangka waktu yang pantas, dan dengan biaya yang wajar dalam memperoleh bukti-bukti yang diperlukan. Dalam hal ini auditor harns memutuskan dengan menggunakan pertimbangan profesionalnya apakah bukti audit yang tersedia dengan batasan waktu dan biaya cukup memadai untuk mendukung pernyataan pendapatnya.
Sebagai pegangan, harus terdapat hubungan yang rasional antara biaya untuk mendapatkan bukti dengan manfaat informasi yang diperoleh. Masalah kesulitan dan biaya pengujian suatu perkiraan bukan merupakan dasar yang sah untuk menghilangkan pengujian tersebut dalam proses audit.
UKURAN DAN KHARAKTERISTIK POPULASI.
Ukuran populasi dimaksudkan sebagai jumlah item-item yang terdapat pada populasi tersebut, seperti jumlah transaksi penjualan dalam jumlah penjualan, jumlah perkiraan langganan di dalam buku besar piutang. Umumnya, semakin besar populasi, semakin besar pula jumlah bukti yang diperlukan untuk mendapatkan dasar yang masuk akal untuk mencapai kesimpulan tentang populasi itu. Tetapi hubungan yang pasti antara populasi dan ukuran sampel bergantung pada tujuan dan sifat rencana pengambilan sampel yang dipergunakan.
Kharakteristik populasi termasuk kesamaan atau keanekaragaman item-item yang terdapat pada populasi tersebut. Dalam hal piutang dagang, salah satu faktor tersebut adalah jarak (range) jumlah rupiah saldo perkiraan piutang masing-masing langganan yang terdapat pada jumlah secara total piutang tersebut. Umumnya, diperlukan sampel yang lebih besar yang menghasilkan informasi lebih menguatkan, untuk mencapai kesimpulan mengenai variasi populasi dibandingkan dengan populasi yang seragam.
D. JENlS -JENIS BUKTI PEMERIKSAAN
Dalam memutuskan audit prosedur yang mana yang akan digunakan, ada beberapa jenis bukti-bukti pemerikasaan yang dapat dipilih oleh auditor, antara lain:
- Bukti Analitis (Analyttical Evidence)
- Bukti Dokumentasi (Docwnentary Evidence)
- Konfirmasi (Confinnations)
- Pernyataan Tertulis (Written Representations)
- Bukti Matematis (Mathematical Evidence)
- Bukti Lisan (Oral Evidence)
- Bukti Fisik (Physical Evidence)
- Bukti Elektronik (Electronic Evidence)

BUKTI ANALISIS
Bukti analitis adalah bukti yang diperoleh melalui perbandingan-perbandingan dan hubungan-hubungan data untuk menentukan apakah saldo perkiraan yang ditunjukkan cukup masuk akal. Misalnya antara total pendapatan dengan return on assaets. Tingkat keandalan bukti analitis ini tergantung pada relevannya data yang diperbandingkan. Misalnya, jika tidak ada perubahan yang significant dari segi sifat maupun ukuran kegiatan operasi perusahaan, dan faktor-faktor lainnya dari tahun-tahun yang lain, maka suatu perbandingan historis penjualan bulanan dengan data penjualan bulanan periode sekarang dapat menghasilkan bukti analitis mengenai kewajaran total pendapatan yang dilaporkan untuk periode sekarang.
Untuk perkiraan-perkiraan tertentu yang tidak materiil, mungkin hanya bukti analitis ini saja sudah cukup. Untukperkiraan-perkiraan yang lain, jenis bukti pemeriksaan yang lain dapat dikurangi bila bukti analitis menunjukkan bahwa suatu saldo perkiraan kelihatan cukup beralasan.
Dalam beberapa hal, bukti analitis juga digunakan untuk memisahkan perkiraan-perkiraaan atan transaksi-transaksi yang harns diselidiki lebih lanjut untuk membantu dalam memutuskan apakah penyelidikan tambahan masih diperlukan. Misalnya, perbandingan antara jumlah biaya antara jumlah biaya reparasi tahun sekarang dengan tahun lalu dan penyelidikan perbedaan yang terjadi tmtuk menentukan penyebab kenaikan atau penurunannya
Bukti analitis harus dilaksanakan pada awal pemeriksaan untuk membantu
memutuskan perkiraan-perkiraan mana yang tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut dimana bukti dapat dikurangi, dan pada bagian mana yang harus dilakukan penyelidikan secara lengkap.
BUKTI DOKUMENTASI
Dokumentasi secara umum dimaksudkan sebagai pembuktian, yaitu dokumen-dokumen dan catatan-catatan klien yang memperkuat informasi yang tercantum dalam laporan keuangan, misalnya notulen rapat dewan komisaris, perjanjian leasing, bermacam-macam kontrak, dan rekening koran. Dokumen-dokumen yang berasal dari pihak intern maupun pihak ekstern disimpan dalam file klien dan akan diberikan kepada auditor atas permintaan penyelidikan oleh auditor tersebut.
Dokumen yang berasal dari luar (ekstern) perusahaan,antara lain formulir pesanan langganan, faktur penjualan, bukti pajak, rekening koran, dan lain-lain. Bukti yang diperoleh dari luar ini umumnya lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan yang berasal dari dalam perusahaan klien Tingkat keandalan bukti ini akan lebih lagi apabila dikirim secara langsung kepada auditor oleh pihak luar.
Dokumen yang berasal dari dalam perusahaan adalah dokumen yang dipersiapkan dan dipergunakan dalam perusahaan klien dan disimpan tanpa pernah diberikan kepada pihak luar. Misalnya, tembusan faktor penjualan, laporan penerimaan barang, permintaan pembelian, bukti pengiriman barang, dan lain-lain.
Penentuan utama apakah auditor dapat menerima suatu dokumen sebagai bukti yang dapat diandalkan adalah apakah dokumen tersebut berasal dari eksternal manpun internal. Bila dokumen berasal dari internal,apakah dokumen tersebut didibuat dan diproses dalam kondisi struktur internal control yang baik. Jika kondisi struktur internal control yang lemah, maka dokumen tersebut tidak dapat sebagai bukti yang dapat diandalkan.
KONFIRMASI
Konfirmasi termasuk bukti dokumentasi yang melibatkan jawaban langsung secara tertulis oleh pihak ke tiga atas pennintaan khusus berdasarkan fakta-fakta yang sesugguhnya. Konfirmasi yang diperoleh secara langsung oleh auditor dari pihak ke tiga yang independen, umumnya memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi. Akan tetapi biaya konfirmasi ini relatif cukup mahal dan kurang menyenangkan bagi pihak-pihak yang diminta. Oleh karena itu konfirmasi ini tidak dilakukan pada setiap kesempatan.
Standar pemeriksaan mengharuskan auditor untuk mendapatkan bukti konfirmasi terhadap piutang dagang apabila mungkin dan masuk diakal untuk dilaksanakan (practical and reasonable). Persyaratan ini ditekankan oleh AICPA karena piutang dagang biasanya menyajikan saldo yang significant pada laporan keuangan, dan konfirmasi merupakan bukti yang sangat dapat diandalkan bagi perkiraan tersebut
PERNYATAAN TERTULIS
Pernyataan tertulis (written representations) adalah pernyataan yang ditanda tangani oleh orang yang bertanggung jawab dan mengetahui mengenai sesuatu hal yang perlu ditegaskan. Jenis bukti ini dapat dibedakan dengan konfirmasi dalam hal bahwa bukti ini dapat berasal dari dalam atau dari luar perusahaan. Selain itu bukti ini mungkin lebih bersifat subjektif atau pendapat pribadi seseorang mengenai sesuatu hal daripada informasi yang sebenarnya.
Auditor diharuskan oleh GAAS untuk mendapatkan pernyataan tertulis dari manajemen untuk memenuhi standar pekerjaan lapangan. Pernyataan ini dapat mengungkapkan informasi yang tidak ditunjukkan dalam catatan akuntansi, seperti adanya ketidakpastian (contingencies) yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
BUKTI MATEMATIS
Bukti matematis berasal dari penghitungan kembali yang dilakukan oleh auditor dan membandingkannya dengan hasil perhitungan yang dibuat oleh klien. Pengecekan kembali ini dimaksudkan untuk menguji ketelitian klien dalam perhitungan matematis. Bukti matematis yang berasal dari auditor dapat diandalkan, biayanya relatif lebih murah, dan dapat dijadikan dasar bagi auditor dalam mengambil kesimpulan tentang penegasan mengenai penilaian ataupun pengalokasian.
BUKTI LISAN
Selama pemeriksaan, auditor menerima jawaban untuk berbagai pertanyaan yang dikemukannya kepada standard pegawai klien. Bukti lisan ini tidak dapat sangat diandalkan dengan sendirinya. Nilainya banyak tergantung kepada pengarahan anditor dalam mendapatkan bukti-bukti tersebut. Apabila bukti lisan memegang peranan penting dalam keputusan, sumber, sifat, dan tanggal diperolehnya bukti tersebut harus didokumentasikan pada kertas kerja auditor. Jika diperoleh dari pihak manajemen, auditor dapat meminta bukti lisan tersebut diperkuat dalam tulisan berupa surat pernyataan manajemen.
BUKTI FISIK
Bukti diperoleh dari pemeriksaan fisik atan penyelidikan terhadap aktiva yang berwujud. Bukti ini Bering dikaitkan dengan persediaan dan kas, tetapi juga dapat dilakukan untuk pemeriksaan surat-surat berharga, wesel tagih dan aktiva berwujud lainnya. Misalnya, auditor akan memperoleh informasi langsung mengenai keberadaan penerimaan kas yang belum didepositokan, persediaan, dan unsur-unsur aktiva tetap dengan cara pengujian dan pemeriksaan. Bukti fisik dapat juga membantu dalam menentukan kualitas atau kondisi aktiva yang berhubungan dengan penegasan penilaian atan pengalokasian.
BUKTI ELEKTRONIK
Istilah ini dimaksudkan untuk informasi yang dihasilkan oleh alat elektronik yang digunakan oleh auditor sebagai dasar memberikan pendapat tentang penegasan. Dalam istilah ini termasuk antara lain penggunaan komputer, scannner, sensors, magnetic media, dan alat-alat elektronik lainnya yang berkaitan dengan penciptaan, manipulasi, transmisi dan penerimaan data elektronis. Walaupun akhir-akhir ini sistem pemerosesan data elektronik telah secara luas digunakan dalam akuntansi, auditor tetap mempercayakan sebagian besar kemampuan sistem menghasilkan bukti dalam format tradisional seperti dokumen cetak, jurnal, buku besar dan laporan lain yang dihasilkan oleh komputer.
E. PROSEDUR PEMERIKSAAN
Prosedur pemeriksaan merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh auditor dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti pemeriksaan.
Ada beberapa jenis prosedur pemeriksaan, antara lain:
- Analitical Procedures - Tracing
- Inspecting - Vouching
- Confinning - Observing
- Inquiring - Reperfonning
- Counting - Computer-assisted audit techniques.
ANALYTICAL PROCEDURES
Analytical procedur terdiri dari studi dan perbandingan hubungan-hubungan antara data. Prosedur ini termasuk perhitungan-perhitungan dan penggunaan ratio sederhana, analisa vertikal atau item-item yang sejenis, perbandingan jumlah dengan data historis stau budget. Analytical procedures ini akan menghasilkan bukti analitis.
INSPECTING
Inspecting melibatkan penelitian secara cermat terhadap dokumen dan catatan-catatan, serta pemeriksaan fisik terhadap sumber-sumber yang berwujud. Prosedur ini digunakan secara luas dalam pemeriksaan. Penyelidikan terhadap dokumen menyediakan suatu alat untuk mengevaluasi bukti dokumentasi. Jadi melalui inspeksi ini auditor dapat menaksir keaslian dokumen, atau mendeteksi adanya perubahan-perubahan yang mungkin dilakukan.
CONFIRMING
Confirming adalah bentuk penyelidikan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari pihak luar yang independen. Dalam kasus ,yang biasa, klien membuat permohonan kepada pihak luar secara tertulis, tetapi untuk tujuan pengawasan, jawabannya dikirim langsung kepada auditor. Prosedur pemeriksaan ini menghasilkan bukti konfirmasi.
INQUIRING
Inquiring melibatkan pertanyaan baik lisan maupun tulisan oleh auditor. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat dibuat secara intern kepada manajemen atau pegawai klien, seperti pertanyaan tentang persediaan yang usang atau kemungkinan dapat ditagihnya piutang, atau secara eksternal menanyakan kepada pengacara yang berkaitan dengan kemungkinan hasil perkara. Pertanyaan ini menghasilkan baik bukti lisan maupun tulisan.
COUNTING
Dua penggunaan yang paling umum dalam counting (perhitungan) adalah, (1) perhitungan fisik aktiva berwujud seperti jumlah kas atau persediaan yang ada di perusahaan, dan (2) perhitungan untuk dokumen yang diberi nomor sebelumnya Yang pertama menyediakan alat untuk menilai bukti fisik dari jumlah yang ada. Yang kedua bisa ditinjau sebagai penyediaan alat untuk mengevaluasi bukti dokumentasi dari kelengkapan catatan akuntansi.
©2004 Digitized by USU digital library 6
TRACING
Dalam tracing, auditor (1) memilih dokumen yang dibuat ketika transaksi dilaksanakan, dan (2) menentukan bahwa infonnasi yang terdapat dalam dokumen itu telah dicatat secara
wajar d.aJam catatan akuntansi (jurnal dan buku besar). Arah pengujian ini adalah dari dokumen ke catatan akuntansi. Karena prosedur ini memberi keyakinan dari bukti asli sampai akhirnya dimasukkan ke dalam perkiraan, maka prosedur ini terutama sangat bermanfaat untuk mendeteksi catatan akuntansi yang kerendahan. Jadi prosedur ini penting untuk mendapatkan bukti yang berhubungan dengan penegasan untuk kelengkapan.
Trasir berhubungan terutama dengan bukti dokumentasi.
VOUCHING
Vouching meliputi (1) memilih catatan yang ada pada catatan akuntansi, dan (2) memperoleh dan menyelidiki dokumen yang mendasari catatan tersebut untuk menentukan keabsahan dan ketelitian transaksi yang dicatat. Dengan vouching, arab pengujian berlawanan dengan tracing. Vouching digunakan secara luas untuk mendeteksi catatan akuntansi yang ketinggian (overstatement). Jadi, prosedur ini penting penting untuk memperoleh bukti sehubungan dengan penegasan terhadap keberadaan atan kejadian (existence or occurrence).
OBSERVING
Observing (pengamatan) berhubungan dengan memperhatikan akan menyaksikan pelaksanaan suatu kegiatan alan proses. Kegiatan tersebut bisa merupakan proses yang rutin dari suatu jenis transaksi seperti penerimaan kas, untuk melihat apakah pegawai melaksanakan tugasnya sesuai dengan kebijaksanaan dan prosedur yang telah ditetapkan.
Selain itu anditor mungkin juga mengamati ketelitian pegawai dalam pelaksanaan persediaan fisik persediaan tahunan. Jadi dalam hal ini auditor hanya mengamati proses perhitungan fisik persediaan. Berbeda halnya dengan inspecting, auditor melakukan inspeksi atan memeriksa unsur-unsur persediaan tertentu untuk membuat penaksiran sendiri mengenai kondisi persediaan tersebut.
Dari prosedur ini auditor mendapatkan sendiri pengetahuan secara langsung mengenai kegiatan perusahaan dalam bentuk bukti fisik
REPERFORMING
Penerapan yang paling sering dilakukan dalam prosedur ini adalah melakukan kembali perhitungan, dan rekonsiliasi yang telah dibuat oleh klien. Misalnya termasuk penghitungan kembali terhadap jumlah, biaya penyusutan, bunga, dan lain sebagainya. Prosedur ini menghasilkan bukti matematis.
COMPUTER-ASSISTED AUDU TECHNIQUES
Apabila catatan akuntansi klien menggunakan media elektronik, auditor dapat menggunakan teknik ini untuk membantu dalam pelaksanaan beberapa prosedur yang telah dibicarakan sebelumnya. Misalnya, Auditor dapat menggunakan software untuk melaksanakan perhitungan dan perbandingan yang digunakan pada prosedur analitis, memilih sampel piutang untuk konfirmasi, melaksanakan penghitungan kembali berbagai macam perhitungan, dll.


http://library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-utama.pdf

contoh physical evidence,

Physical Evidence pada Bank Tabungan Negara Persero Tbk

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Bank Tabungan Negara, dibutuhkan Physical Evidence atau Bukti fisik yang bertujuan untuk mencapai kepuasan nasabah. Oleh karena itu strategi BTN salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas exelent berupa kenyamanan.meliputi lingkungan fisik perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat penyediaan jasa serta konsumen berinteraksi, ditambah elemen tangible yang digunakan untuk mengkomunikasikan atau mendukung peranan jasa itu.

Unsur – unsur bukti fisik pada bank BTN diberikan antara lain :
1. Lingkungan fisik ( servicecape )
Lingkungan fisik yang di miliki oleh BTN adalah sebagai berikut:
a) Lingkungan eksterior
Fasilitas – fasilitas yang termasuk ke dalam lingkungan eksterior pada PT. BTN adalah:
a. Signage

Gambar a.1 Pemasangan baliho Bank BTN
Pemasangan baliho ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat dan mengetahui lokasi BTN,dan dijadikan sebagai identitas BTN.

Gambar a.2 billboard Bank BTN
Pemasangan billboard sebagai media promosi. Ini bertujuan agar masyarakat dapat tertarik dengan produk dan fasilitas yang disediakan oleh BTN

b. Area Parkir

Gambar b.1 Area parkir Bank BTN yang umumnya selalu ada didepan gedung Bank BTN.
Fasilitas area parkir BTN terletak didepan karena untuk mempermudah nasabah dalam memarkir kendaraanya. Jadi nasabah tidak perlu berputar-putar kebelakang.
c. Landscape

Gambar c.1 Landscape Bank BTN
Landscape ini bertujuan untuk memperindah dan memberikan kenyamanan.

d. Gedung PT. Bank Tabungan Negara

Gambar d.1 gedung Bank BTN Kantor Cabang dan Kantor Pusat.
Bangunan BTN memiliki ciri khas yang samapada setiap bangunan didepanya, yaitu pilar berbentuk Segilima yang merupakan logo dari BTN yang memiliki filosofi rumah lebah.
e. Logo

Gambar e.1 Logo Bank BTN
Logo BTN mengambil pola segi enam. Pola ini mengambil bentuk sarang lebah, yang menyiratkan adanya kegiatan menabung pada masyarakat, sebagaimana halnya lebah yang selalu menyimpan madu perolehannya. Dengan lambang ini, BTN melaksanakan pembagunan nasional dengan mengerahkan dana masyarakat berbentuk tabungan, disamping itu pola ini menyiratkan "atap rumah" yang menjadi citra dan misi utama BTN, sebagai pelaksana KPR bagi masyarakat.

b) Lingkungan Interior
a. Ruang Teller

Gambar a.1 Ruang teller Bank BTN kantor cabang

Gambar a.2 ruang teller Bank BTN Kantor Pusat
Ruangan teller BTN juga memiliki ciri khas pada setiap meja teller yaitu menggunakan marmer berwanrna gelap dan terdapat pembatas antrian yang berfungsi agar nasabah dapat mengantri dengan tertib.
b. Ruang Customer Service


Gambar b.1 Ruang Customer service Bank BTN
Ruangan ini berfungsi untuk melayani nasabah yang ingin mengetahui informasi tentang produk dan jasa pada BTN. Seperti pembukaan tabungan, giro, deposito, dan lain-lain
c. Ruang Tunggu

Gambar c.1 Ruang tunggu nasabah Bank BTN
Ruang tunnggu merupakan pelayanan yang diberikan kepada nasabah yng ingin menggunakan jasa bank. Hal ini bertujuan agar nasabah tidak berdiri.
d. Bentuk Tangga rumah yang menyerupai bentuk tangga Bank BTN cabang Depok

Gambar d.1 Bentuk Tangga rumah yang menyerupai bentuk tangga Bank BTN cabang Depok.
2. Lingkungan Pendukung Perusahaan lain yang berwujud
 Kartu Nama Perusahaan (bussines card)


Gambar 2.1 Kartu Nama Karyawan BTN
Kartu nama berguna sebagai pengenal dan identitas.
 Halaman WEB

Gambar 2.2 Halaman Web BTN
Halaman Web in berguna untuk mempermudah nasabah dalam mendapatkan informasi, jadi nasabah tidak perlu datang langsung ke bank, dapat mengakses melalui internet.



 Brosur, pamflet, dan buklet

Gambar 2.3 Pamflet BTN
Pamflet bertujuan untuk media promosi


Gambar 2.4 Booklet
Booklet bertujuan untuk media promosi

Gambar 2.5 Brosur BTN
Brosur bertujuan untuk media promosi

 Seragam



Gambar 2.6 Seragam teller BTN

Gambar 2.7 Seragam teller BTN

Warna-warna pada seragam BTN memiliki sebuah arti. Warna kuning menggambarkan keagungan, bebes, dan hangat yang dapat menimbulkan rasa gembira dan merangsang urat saraf mata, warna biru menggambarkan sebuah ketenangan,ketentraman, dan kesejukan yang mengurangi tekaanan atau ketegangan dan berpengaruh pada pola berfikir dan konsentrasi.




Kesimpulan
Bukti fisik merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pelanggan. Dengan penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik yang disediakan oleh perusahaan maka diharapkan akan dapat meningkatkan kepuasan dari para pelanggan yang menggunakan jasa dari perusahaan tersebut. Bukti fisik juga turut membuat service menjadi menarik konsumen dalam melakukan kegiatan transaksinya. Sebagai contohnya dapat dilihat dari tempat dimana jasa tersebut ditawarkan atau dengan kata lain kondisi fisik dimana jasa dipasarkan yaitu gedung serta lokasi.
Bukti fisik sangat penting untuk posisi dan memperkuat penampilan karena terhadap bukti fisik ini nasabah siap untuk mengidentifikasi dan membandingkannya dengan jasa lainnya, dan dengan penampilan yang bagus maka akan memeberi nilai tambah bagi perusahaan dan juga membuat para nasabah senang dan betah bila kondisi tempat perusahaan itu benar memberikan suasana yang nyaman.
Bukti fisik juga turut membuat services menjadi menarik nasabah dalam melakukan kegiatan transaksinya, sebagai contoh dapat di lihat dari tempat dimana jasa di pasarkan yaaitu gedung serta lokasi. Bila lokasi tempat jasa itu berada tidak menarik atau rusak, kotor, maka akan mengurangi nilai tambah dari jasa yang di tawarkan tadi.
Kemampuan lingkungan fisik dalam mempengaruhi perilaku dan dalam menciptakan penampilan jelas terlihat pada bisnis jasa seperti hotel, restaurant, rumah sakit, toko retail, kantor – kantor professional, dan bank.
Pada Bank Tabungan Negara telah memberikan fasilitas fisik berupa bukti berwujud maupun tidak berwujud dengan baik. Hal ini di aplikasikan dengan adanya fasilitas eksterior (signage, parkir,dan landscape),fasilitas interior ( signage dan layout) serta fasilitas pendukung perusahaan lainnya.seperti seragam, kartu nama, brosur, web,dan laporan keuangan. Ini semua dapat memberikan kenyamaanan dan kemudahan bagi karyawan dan nasabah dalam melakukan transaksi. Semua itu dilakukan oleh bank BTN untuk memeberikan pelayanan yang terbaik dalam mencapai kepusan pelanggan sehingga BTN dapat di kenal sebagai bank yang memiliki kredibilitas baik dalam pelayanan nasabah .


http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html

unsur

UNSUR-UNSUR PHYSICAL EVIDENCE
Unsur-unsur ini sangat diperlukan dalam memajukan perusahaan, karena hal ini dapat mempengaruhi penilaian pelanggan terhadap jasa perusahaan. Unsur-unsur yang termasuk ke dalam physical evidence, antara lain :
1. Lingkungan Fisik (servicescapes)
Dalam sebuah operasi kerja diperlukan penyeleksian operator kerja yang memenuhi syarat sehat fisik dan psikologis serta memiliki skill yang menunjang, tetapi tanpa adanya lingkungan fisik kerja yang baik maka akan timbul berbagai masalah dalam operasi kerja.
Manusia sebagai makhluk sempurna tetap tidak luput dari kekurangan,
dalam arti segala kemampuannya masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam perusahaan (interior), dan dapat juga dari luar perusahaan (eksterior). Hal-hal tersebut dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil kerja manusia. Lingkungan fisik dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Lingkungan Eksterior
Merupakan lingkungan atau penampilan luar dari sebuah perusahaan yang dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu dalam mendesain bagian luar perusahaan harus memperhatikan seperti :
 Desain eksterior
Eksterior selalu dikaitkan dengan seni atau keindahan, dimana eksterior adalah cerminan awal dari pengunjung dalam beraktivitas pada sebuah bank. Eksterior memiliki peran yang sangat penting untuk menimbulkan kesan nyaman bagi pengunjung dalam beraktivitas.

 Signage
Signage adalah setiap jenis grafik visual dibuat untuk menampilkan informasi kepada khalayak tertentu. Ini biasanya diwujudkan dalam bentuk informasi jalan yang dicari ditempat-tempat seperti jalan-jalan atau di dalam/di luar bangunan. Tanda-tanda ini ditampilkan pada eksterior dan interior yang digunakan sebagai label (nama perusahaan, departemen, dll) untuk penunjuk arah (seperti pintu masuk) dan menyampaikan aturan-aturan perilaku (tidak merokok, anak-anak harus disertai orang dewasa).
 Area parkir
Fasilitas parkir untuk umum di luar badan jalan dapat berupa taman parkir dan/atau gedung parkir. Penetapan lokasi dan pembangunan fasilitas parkir untuk umum, dilakukan dengan memperhatikan rencana umum tata ruang daerah, keselamatan dan kelancaran lalu lintas, kelestarian lingkungan, dan kemudahan bagi pengguna jasa. Penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum dilakukan oleh pemerintah, badan hukum negara atau warga negara. Penyelenggara fasilitas parkir untuk umum dapat memungut biaya terhadap penggunaan fasilitas yang diusahakan.
 Landscape
Pemandangan terdiri dari fitur yang terlihat seperti luas tanah, termasuk elemen-elemen fisik seperti bentang alam, unsur-unsur hidup flora dan fauna, unsur-unsur abstrak seperti pencahayaan dan kondisi cuaca, dan unsur-unsur manusia seperti aktivitas manusia dan lingkungan binaan.
b. Lingkungan Interior
Merupakan penampilan di dalam sebuah perusahaan. Dalam merancang lingkungan interior harus dapat menampilkan suasana yang nyaman dan aman bagi pelanggan.
Fasilitas yang mempengaruhi terbentuknya suatu lingkungan fisik yang berasal dari dalam antara lain :
 Desain interior
Adalah profesi yang kreatif dan solusi - solusi teknis yang diterapkan dalam struktur yang dibangun untuk mencapai lingkungan interiornya. Desain di ciptkan sebagai respon terhadapdan terkoordinasi dengan kode dan persyaratan peraturan dan mendorong prinsip – prinsip lingkungan yang ada di dalam ruangan.



 Peralatan
Adalah segala keperluaan yang digunakan manusia untuk mengubah lingkungan sekitar, termasuk dirinya dan orang lain, dengan menciptakan alat-alat sebagai sarana dan prasarana. Oleh karena itu, peralatan merupakan hasil dari teknologi yang diciptakan manusia untuk membuat sesuatu, memakai dan memeliharanya untuk menopang dan mempermudah kebutuhan hidup manusia tersebut.
Perbekalan kantor merupakan sarana penting untuk menghasilkan pekerjaan kantor, tanpa ada perbekalan kantor tidak mungkin kantor menghasilkan sesuatu, karena pegawai kantor bekerja untuk mengolah bahan dengan sarana dan dengan peralatan kantor yang ada.
 Signage
Adalah setiap jenis grafik visual dibuat untuk menampilkan informasi kepada khalayak tertentu. Signage adalah setiap jenis grafik visual dibuat untuk menampilkan informasi kepada khalayak tertentu. Ini biasanya diwujudkan dalam bentuk informasi jalan yang dicari ditempat-tempat seperti jalan-jalan atau di dalam/di luar bangunan. Tanda-tanda ini ditampilkan pada eksterior dan interior yang digunakan sebagai label (nama perusahaan, departemen, dll) untuk penunjuk arah (seperti pintu masuk) dan menyampaikan aturan-aturan perilaku (tidak merokok, anak-anak harus disertai orang dewasa).

 Tata Ruang
Tata ruang mengacu pada cara-cara penyusunan mesin-mesin, peralatan, dan perabotan sesuai ukuran, bentuk dan fungsinya untuk memfasilitasi tercapainya tujuan pelanggan dan karyawan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya suatu lingkungan fisik yang berasal dari dalam adalah semua keadaan yang terdapat disekitar tempat kerja antara lain yaitu :
 Penerangan (Lighting)
Berdasarkan penelitian, cahaya lampu yang tidak memadai akan berpengaruh negatif terhadap ketrampilan kerja. Dalam melaksanakan tugas sering kali karyawan membutuhkan penerangan yg cukup, apalagi bila pekerjaan yang dilakukan tersebut memiliki ketelitian. Penerangan atau cahaya lampu harus pula disesuaikan dengan ukuran ruangan kerja serta kondisi mata karyawan.
Penerangan memiliki manfaat yang sangat besar bagi karyawan yaitu untuk proses kelancaran kerja, karena penerangan atau cahaya yang kurang cukup terang dapat menggangu penglihatan karyawan menjadi tidak jelas pada saat bekerja. Sehinnga pekerjaan mereka akan menjadi terhambat, banyak mengalami kesalahan, serta menjadi kurang efisien didalam melaksanakan dan menjalankan pekerjaan-pekerjaaan tersebut pada akhirnya tujuan perusahaan yang diharapkan akan sulit untuk dicapai. Oleh sebab itu perlu dipaerhatikan adanya penerangan atau cahaya yang cukup terang dan tidak menyiilaukan mata.

 Temperatur
Temperatur dan kelembaban dapat mempengaruhi semangat kerja kondisi fisik dan emosi yang dapat mempengaruhi motivasi kerja kerja karyawan. Temperature antara 73o F sampai 77o F cocok untuk ruang kerja dengan kelembaban antara 25% hingga 50%. Temperature yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mempengaruhi kondisi fisik dan emosi karyawan.

 Sirkulasi Udara
Jika kondisi didalam kantor yang kemungkinan penuh dengan karyawan sangatlah perlu diperhatikan adanya pertukaran udara yang cukup terutama didalam ruangan kerja. Karena adanya pertukaran udara yang cukup akan memberikan kesegaran fisik bagi karyawan. Sebaliknya kurangnya pertukaran udara akan menyebabkan turunnya semangat kerja karyawan,sehingga tidak ada motivasi didalam melakukan tugas dan pekerjaan mereka.

 Kebisingan
Kebisingan yaitu bunyi yang tidak dikehendaki oleh telinga. Tidak dikehendaki, karena dengan adanya kebisingan maka konsentrasi dalam berkerja akan terganggu. Sehingga pekerjaan yang dilakukan akan mengalami banyak kesalahan atau rusak. Dalam jangka panjangnya bunyi tersebut dapat menggangu ketenangan bekerja, merusak pendengaran, dapat terjadi kesalahan dalam berkomunikasi dan akan berpengaruh pada emosi karyawan.

 Bau-bauan
Adanya bau-bauan yang dipertimbangkan sebagai “polusi” akan dapat mengganggu konsentrasi pekerja. Temperatur dan kelembaban adalah dua factor lingkungan yang dapat mempengaruhi kepekaan penciuman. Pemakaian air conditioning yang tepat adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan bau-bauan yang mengganggu sekitar tempat kerja.

 Pewarnaan
Warna ruang kantor yang serasi dapat meningkatkan produksi, meningkatkan moral kerja dan menurunkan terjadinya kesalahan kerja. Penentuan warna dalam ruang kerja sangat mempengaruhi perilaku kerja. Oleh karena itu, pemilihan warna parlu disesuaikan dengan luas ukuran ruangan dan kondisi fisik ruang. Hal ini dapat dimaklumi karena warna mempunyai pengaruh besar terhadap perasaan. Sifat dan pengaruh warna kadang – kadang menimbulkan rasa senang, sedih, dan lain-lain, karena dalam sifat warna dapat merangsang perasaan manusia. Di bawah ini terdapat daftar beberapa warna yang dapt mempengaruhi perasaan manusia.


http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html

pengertian

PENGERTIAN PHYSICAL EVIDENCE
Physical evidence atau kita kenal dengan kata lain “bukti fisik” ini yaitu merupakan suatu hal yang mempengaruhi kepuasan konsumen untuk membeli dan menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.
Bukti fisik adalah lingkungan fisik perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat penyediaan jasa serta konsumen berinteraksi, ditambah elemen tangible yang digunakan untuk mengkomunikasikan atau mendukung peranan jasa itu.
Berdasarkan penjabaran tersebut dapat di simpulkan bahwa Bukti fisik adalah struktur fisik dari sebuah perusahaan yang merupakan komponen utama dalam membentuk kesan sebuah perusahaan. Bukti fisik memiliki peranan penting untuk menarik minat konsumen agar datang ke suatu perusahaan dan melakukan pembelian.


http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html

landasan teori

Physical Evidence

LANDASAN TEORI


Lingkungan kerja merupakan salah satu hal yang penting untuk mendukung jalannya proses pencapaian tujuan perusahaan. Jika keadaan lingkungan disekitar karyawan kurang baik maka hal tersebut akan membuat karyawan tidak dapat melaksanakan segala pekerjaan secara optimal. Lingkungan fisik merupakan bagian dari lingkungan kerja, namun lingkungan fisik hanya mencakup setiap hal dari fasilitas baik diluar maupun di dalam perusahaan.
Setiap badan usaha berusaha untuk menciptakan tampilan fisik yang baik di mata konsumen karena kesan konsumen terhadap suatu perusahaan akan mempunyai pengaruh yang penting bagi perusahaan tersebut. Dengan adanya penampillan fisik yang baik maka perusahaan tersebut akan mampu menarik lebih banyak konsumen.

http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html

proses lagi

PROSES SELEKSI

Citizen Base Initiative (CBI) akan melakukan tiga tahap proses seleksi yaitu:

Tahap 1
Memilih 20-25 proposal, berdasarkan kriteria yang ditetapkan termasuk keinovasian dari ide, kesesuaian dengan tujuan institusi, potensi untuk berhasil dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh CBI.

Tahap 2
Peserta dalam daftar pendek (nominator) tersebut akan diberi pelatihan terutama untuk membuat rencana usaha (business plan) dan cara atau strategi komunikasi untuk ”menjual” ide usaha tersebut pada pihak luar. Pelatihan akan diberikan oleh trainer yang merupakan sukarelawan profesional.

Tahap 3
Peserta tersebut akan diberi kesempatan untuk memperbaiki rencana usahanya dan untuk selanjutnya menyiapkan rencana pelaksanaan usaha (implementation plan).


http://www.ashoka.or.id/seleksicbi.html

sistem seleksi

Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Masalah Proses Seleksi dan Diskusi



Saat ini, manajer perusahaan dan lembaga-lembaga di semua tingkatan mulai menyadari, manajemen sumber daya manusia untuk kelangsungan hidup organisasi dan pengembangan jangka panjang pentingnya. Namun, peningkatan manajemen sumber daya manusia tidak hanya menuntut karyawan berkualitas tinggi butuh alat informasi untuk membantu. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir telah dimulai pada semua tingkat unit sumber daya manusia manajemen sumber daya informasi pembangunan manusia, yang sebenarnya adalah pengembangan perangkat lunak manajemen sumber daya manusia untuk menciptakan ruang pasar yang besar. Namun, dengan munculnya vendor SDM yang lebih dan lebih, sehingga pelanggan memiliki lebih banyak pilihan menghadapi saat yang sama, pilihan pengguna dalam sistem ketika lebih dan lebih merasa berjalan di atas es tipis, dan beberapa proyek perangkat lunak pengembangan sumber daya manusia berakhir pada kegagalan , mengurangi antusiasme masyarakat.

Dari kondisi nasional dan merindukan untuk besar asing

Saat ini, beberapa kekuatan ekonomi yang kuat dari perusahaan besar mengalami reformasi restrukturisasi, pentingnya manajemen sumberdaya manusia telah disebut dengan tinggi terjadi, yang sering digunakan dalam konsultasi manajemen perusahaan konsultasi sementara juga berharap untuk memperkenalkan denda oleh Perangkat lunak SDM untuk meningkatkan pengelolaan beberapa perusahaan setelah studi tingkat tinggi di luar negeri, merasakan kesenjangan dengan perusahaan asing yang beredar, masuknya perusahaan-perusahaan ini berusaha menerapkan perangkat lunak untuk cepat memperbaiki manajemen, tetapi sebenarnya dalam praktek, tetapi frustrasi.

1, berdasarkan manajemen sangat berbeda

Ada sebuah perusahaan besar manajemen sumber daya manusia, teknologi informasi kepada negara-negara maju semua kebingungan kunjungan dalam proses pemeriksaan, yang lain tentang: Untuk pelaksanaan EHR keberhasilan suatu perusahaan harus memiliki tiga kondisi: aliran jaringan , pemadatan dasar, proses spesifikasi. Kembali, perusahaan dari, bangun tiga kondisi yang tidak terlalu tersedia. Ambil contoh untuk proses ini norma-norma, pengenalan orang bisnis, sesuai dengan prosedur normal, pertama-tama harus memiliki posting singkat, kembali rekrutmen, dan perekrutan. Bahkan, perusahaan-perusahaan (terutama BUMN) menurut proses ini pergi 很少, abnormal ke orang terjadi, jika lunak SDM tidak mengijinkan ini terjadi, maka pengguna perangkat lunak tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka Mengapa banyak unit perangkat lunak sering ditinggalkan sebelum penggunaan akhir, sebagian besar dengan ini. ekonomi pasar Barat telah mengembangkan ratusan tahun, infrastruktur manajemen mapan ekonomi pasar di negara kita hanya 20 tahun, basis manajemen sangat lemah, masih dalam "tradisional manajemen berbasis, proses manajemen dan regulasi, dan secara bertahap menyatu dengan konsep maju internasional "panggung.

2, perbedaan budaya mendalam

negara-negara Barat maju, "adalah aturan hukum" lebih penting daripada "pemerintahan oleh" manusia, ketika seseorang menjalani penilaian, diidentifikasi sebagai "tidak becus", sifat dasar akan "pergi", baik majikan dan karyawan akan berpikir adalah hal yang sangat normal, tapi di Cina situasinya sangat berbeda, dan sering melihat di depan beberapa unit, ada-PHK pekerja untuk membuat masalah ini, beberapa unit telah memperlambat laju reformasi. Sekarang banyak produsen dalam desain perangkat lunak, faktor yang sangat sedikit untuk mempertimbangkan kondisi nasional, sejumlah perangkat lunak penilaian kinerja, pengguna dapat mendukung satu tahun ke tahun kedua, sistem penilaian telah diubah, atau karena pimpinan yang terlalu transparan, tidak di China kondisi dan dieliminasi tanpa. Sering menghabiskan harga yang besar untuk pelaksanaan perangkat lunak, jalankan sampai bagian akhir sangat dasar.

3, perbedaan kondisi nasional

Cina adalah, luas padat, propinsi dan antar propinsi dalam hal pemikiran ekonomi, budaya, konseptual, perbedaan besar, kelompok unit bawahan seringkali terletak di bagian yang berbeda dari ketidaksetaraan, karena mereka lingkungan manajemen yang berbeda berasal daripadanya, juga dengan karakteristik lokal tertentu. Ada perusahaan domestik menyewa manajemen latar belakang bisnis internasional untuk melayani sebagai presiden, presiden tahun ini kemudian telah refleksi: "Ketika saya pertama kali memasuki bisnis ini untuk sistem manajemen perjalanan benar-benar tidak mengerti Unit ini menyediakan: staf rencana perjalanan umum dalam waktu 24 jam dengan kereta api, pesawat perjalanan dalam 24 jam atau lebih. Di negara lain, alat-alat perjalanan merupakan pesawat terbang, jadi aku merasa efisiensi sangat rendah dari perusahaan. Tapi hari ini, setelah satu tahun pemahaman saya telah berubah, aku mengabaikan masalah, biaya tenaga kerja di negara maju daripada di tiket pesawat mahal, biaya tenaga kerja domestik lebih murah daripada tiket pesawat "demikian., hanya pembentukan kondisi di atas, integrasi maju filosofi manajemen sistem dibangun adalah mencoba dan menguji sistem manajemen.

Mengembangkan diri dan perangkat lunak komersial

Saat ini, beberapa perusahaan besar sering mengembangkan organisasi mereka sendiri, HR software, dalam pandangan mereka, perangkat lunak sendiri dikembangkan, biaya rendah, unit unggul di satu perkembangan waktu, unit dasar tidak dapat hanya menggunakan berkali-kali, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan individual unit. Tapi praktek menunjukkan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan sendiri akan sulit untuk berhasil. Di satu sisi, karena pengembang internal sering kali karena kurangnya pengalaman, tidak ada dasar bisnis, adalah sulit untuk memahami kebutuhan pengguna poin mengangkat; sisi lain, perangkat lunak bisnis pasar persaingan dalam menghadapi hidup, sering mencapai kesempurnaan, dan proyek Pengembangan kurangnya motivasi tersebut, ada mungkin hanya mengatasi.

Pada saat yang sama, seperti Cina sekarang dalam manajemen personalia tradisional untuk pengelolaan sumber daya manusia periode transisi transisi, manajemen sumber daya manusia dari pemikiran ke tindakan sedang mengalami perubahan yang sangat besar mungkin hari ini, "Upah Sistem", besok mungkin harus diubah menjadi "pasca bayar mengubah variabel" upah; saat ini digunakan dalam evaluasi 360 derajat, besok mungkin akan digantikan dengan evaluasi KPI. Dalam eksplorasi dari manajemen sumber daya manusia yang mungkin terjadi pada setiap perubahan waktu, perangkat lunak manajemen sumber daya manusia, yang disajikan sebuah tantangan besar, perangkat lunak jika tidak mampu beradaptasi dengan perubahan sendiri, lalu perangkat lunak ini tidak akan vitalitas. Dan ini, untuk software yang dikembangkan sendiri sangat sulit dicapai.

Mengejar satu langkah, sehingga stagnasi

Beberapa unit informasi manajemen sumber daya manusia selama proses ini sering terjadi, unit memutuskan untuk mengejar bawah pengelolaan kebutuhan sistem informasi manajemen sumber daya manusia, menginstruksikan departemen yang relevan untuk dilakukan. Sumber Daya Manusia ingin: "sebuah proyek unit langka, harus dapat menerapkan dana, langkah untuk mencapai sedikit kemudian untuk kacang sulit untuk retak." Dalam mentalitas semacam ini, seringkali besar dan cenderung memilih "sempurna" perangkat lunak. Hasil pemilu untuk memilih untuk pergi, tidak memilih untuk kepuasan dengan perangkat lunak. Bahkan, keberhasilan pengelolaan sumber daya proses informasi manusia harus bertahap, dan dengan pemahaman kita, ada beberapa unit dengan database dasar belum didirikan, masih dengan cara mereka sendiri, data tidak bisa berbagi panggung, dalam hal ini berdasarkan ingin mencapai dalam satu langkah, jelas tidak realistis.

Manajemen sumber daya manusia yang tepat proses informasi harus dibagi menjadi tiga tahap: Pertama, manajemen administrasi, manajemen organisasi, manajemen membayar dan manfaat, itu adalah untuk meningkatkan efisiensi sumber daya manusia. Tiga bagian dari pekerjaan yang akan mengambil banyak manajemen waktu, operasi manual tidak hanya tidak efisien, dan rawan kesalahan. Oleh karena itu, sumber daya manusia utama solusi teknologi informasi untuk efisiensi kerja. Kedua, manajemen rekrutmen, manajemen kinerja, manajemen norma pelatihan dalam tiga aspek proses bisnis pengelolaan sumber daya manusia. Hanya dalam pekerjaan fungsi manajemen sumber daya manusia dan cakupan yang lengkap jelas sebelum mereka dapat mengoptimalkan proses spesifik mereka. Akhirnya, perencanaan karir adalah satu-satunya, sumber daya manusia evaluasi biaya, sumber daya manusia keputusan strategis untuk melaksanakan beberapa aspek strategis pengembangan sumber daya manusia. Jika jaringan informasi sumber daya manusia perusahaan belum tercapai, berdasarkan penyebaran data, tidak dapat dibagi, maka langkah kedua dari relatif jauh. Rekrutmen dibawah lingkungan jaringan, kinerja, pelatihan merupakan bagian integral dari proses manajemen, membutuhkan operator untuk mengenal dengan jaringan untuk aplikasi, asalkan bahwa unit tersebut telah dibangun di bawah jaringan memiliki database dasar yang baik dan aplikasi yang baik.

Bahkan, untuk menyelesaikan semua masalah dari solusi "sempurna" tidak ada. Perusahaan perlu untuk hidup di atas panggung mereka sendiri manajemen sumber daya manusia yang memiliki pemahaman yang jelas tentang pengejaran buta "solusi sempurna" mungkin untuk memimpin perusahaan untuk beradaptasi dengan modus manajemen lanjutan dan proses bisnis, sementara model yang ada manajemen untuk didaur ulang besar-besaran , menyebabkan revolusi manajemen "." Hampir 70% dari perusahaan Cina tidak mencapai operasi berorientasi pasar yang lengkap, penggunaan yang lebih tepat untuk reformasi progresif. Jika dipaksa samping "batu sandungan", adalah mungkin untuk memutar batu "" di atas kaki sendiri. Jadi, untuk suatu perusahaan, solusi yang terbaik adalah solusi yang cocok untuk mereka sendiri.

Lebih-penawaran, proyek gagal

Usaha dalam seleksi software HR, itu akan menghadapi sejumlah besar produsen untuk bersaing. pengguna Umum ingin kompetisi, "menghabiskan uang sedikitnya, hal terbaik untuk dilakukan." Oleh karena itu, penawaran menjadi perusahaan salah satu cara untuk mencapai tujuan ini, tetapi dalam sistem informasi manajemen sumber daya manusia dalam proses tender tetapi ada beberapa masalah yang diperdebatkan.

1, software HR, meskipun tahun pembangunan, masih dalam "'s ramai," era awal produk dari vendor yang berbeda untuk basis pelanggan tidak sama, vendor beberapa menawarkan produk untuk beradaptasi dengan sifat yang berbeda dari perusahaan-perusahaan dari berbagai ukuran semua kebutuhan. Untuk klien tertentu, beberapa vendor lebih dekat, beberapa jauh dari. Selalu ada rentan vendor kesempatan untuk mendapatkan proyek akan dilaporkan harga yang sangat rendah, dalam banyak kasus, nasabah juga akan memanfaatkan kesempatan untuk memicu perang harga antara produsen. Hasil akhirnya adalah: Pelanggan menetapkan pasar pada kelebihan dan kekuatan dari semua perangkat lunak yang ditulis dalam "permintaan yang sempurna", dengan tawaran terendah, ini adalah "disebut di atas-penawaran" fenomena. Kasus ini, pelanggan adalah pemenang terbesar muncul, sebenarnya telah melanggar "harga kompetitif" paling dasar hukum pasar, Yi Xie produsen di pelanggan "atas penawaran" janji-janji yang dibuat negara, seringkali dalam Huodexiangmu kesempatan untuk menjadi sangat berkurang, ini akan posting pelaksanaan proyek tersebut meninggalkan banyak bahaya yang tersembunyi dan aplikasi.

2, beberapa unit bertanggung jawab atas 80% dari anggota tender adalah non-departemen HR, yang membuat penerapan perangkat lunak telah menjadi yang paling penting, kemudahan penggunaan dan indikator lainnya diturunkan ke posisi sekunder. Beberapa perusahaan hubungan (dalam unit khusus telah bekerjasama dengan produsen lain) akan keuntungan lebih jelas. Selain itu, "tidak boleh membiarkan peluang luar bidang" Pemikiran untuk ibadah, sejumlah proyek jatuh ke bisnis mereka terkait dengan perusahaan. Bayangkan satu set pasar pada keuntungan dan kekuatan dari semua perangkat lunak yang ditulis dalam "permintaan yang sempurna", sehingga tak seorang pun dalam hal ini latar belakang dan pengalaman perusahaan untuk mencapai, apa yang akan hasilnya? Ini fenomena di industri Ada luas, kegagalan sebagian besar proyek semua relevan.

Singkatnya, sebuah perusahaan melakukan manajemen sumber daya sendiri informasi perencanaan manusia, pastikan untuk membuang, "sabar", menjadi lagu rasional, sebagai perusahaan yang pertama harus datang dengan sebuah rencana, harus dalam beberapa tahun ke depan memahat-langkah pelaksanaan perencanaan sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Ikuti praktek manajemen "dalam aplikasi, mantan setelah aplikasi perangkat lunak, membangun, dari" prinsip, kemajuan, mengatasi risiko.

Pada tahun 2003, telah ada industri terkemuka di membual: EHR implementasi dari tingkat kegagalan sekarang sampai 80%, ini tidak alarmis. Banyak unit sekarang mulai dalam pemilihan EHR kanan jalan, atau orang yang mereka mencoba; atau dengan unit bawahan dari perangkat lunak bernama demonstrasi dan penilaian; atau diminta untuk mengunjungi produsen pengguna yang sama. Hal ini menyebabkan beberapa produsen yang baik dalam melakukan dangkal, tepuk tangan tidak ada, dan mereka berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, mengabdikan diri untuk menciptakan produk unggulan, produsen akan maju ke depan, kami percaya bahwa dengan jatuh tempo dari pasar dan pelanggan, sumber daya manusia manajemen informasi harus akan keluar dari kebingungan "" dan mengantarkan pada musim semi.


http://www.tekbar.net/id/system-integration/human--resources-management-system-selection.html

sdm manajemen

Manajemen sumber daya manusia

Keseluruhan artikel atau bagian tertentu dari artikel ini perlu di-wikifikasi.
Broom icon.svg
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.[1] MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.

Unsur MSDM adalah manusia.[2]

Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktek manajemen yang mempengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.[3]


Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas) yang tepat.

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.[4]


Tujuan-tujuan MSDM terdiri dari empat tujuan, yaitu :

1. Tujuan Organisasional

Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.

2. Tujuan Fungsional

Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.

3. Tujuan Sosial

Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.

4. Tujuan Personal

Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi. [5]
Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab Departemen Sumber Daya Manusia
Perencanaan

Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation and selection)

Persiapan. Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.[rujukan?]
[sunting] Rekrutmen & Seleksi

1. Rekrutmen tenaga kerja/Recruitment. Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan/job description dan juga spesifikasi pekerjaan/job specification.[rujukan?]
2. Seleksi tenaga kerja/Selection. Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup/cv/curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja/interview dan proses seleksi lainnya.

[sunting] Pelatihan, Pengembangan & Penilaian Prestasi

1. Pengembangan dan evaluasi karyawan (Development and evaluation). Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.[rujukan?]
2. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai (Compensation and protection). Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi.org ini.[rujukan?]

[sunting] Promosi, Pemindahan dan Pemisahan

1. Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar. Demosi, kadang-kadang disebut transfer ke bawah, adalah sebuah jenis transfer meliputi pemotongan pembayaran, hak dan kesempatan.[rujukan?]

1. Pemisahan, disebut juga pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing, adalah perpindahan sementara atau tidak definitif seorang pegawai dari daftar gaji. Umumnya adalah untuk mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan permasalahan keuangan perusahaan semakin serius.[rujukan?]

1. Terminasi adalah tindakan manajemen berupa pemisahan pegawai dari organisasi karena melanggar aturan organisasi atau karena tidak menunjukkan kinerja yang cukup.[rujukan?]

1. Pemberhentian sukarela adalah pemisahan pegawai dari organisasi atas inisiatif organisasi atau kemauan pegawai sendiri.[rujukan?]

1. Pengunduran diri adalah pemisahan pegawai yang telah menyelesaikan masa kerja maksimalnya dari organisasi atau umumnya di kenal dengan istilah pensiun.



http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia

proses seleksi karyawan

7 Proses Seleksi Karyawan

7 Proses Seleksi Karyawan

Panduan sukses untuk lolos tes masuk karyawan perusahaan, Bank, Hotel, Perkantoran dan Lembaga lainnya.
Apapun latar belakang pendidikan Adna, buku ini akan memberikan manfaat yang luar biasa kepada Anda dalam mencari pekerjaan yang Anda minati. Buku ini disusun secara sistematis sehingga mudah dimengerti oleh setiap orang yang berminat untuk memulai karir sebagai eksekutif suatu perusahaan.
Buku ini menekankan pada tujuh proses dalam seleksi calon karyawan yang lazim dilakukan oleh perusahaan-perusahaan menengah dan perusahaan-perusahaan besar.
Proses seleksi pertama dimulai terhadap surat lamaran kerja yang diterima oleh bagian personalia perusahaan. Dilanjutkan denga penggilan untuk mengikuti tes, pelaksanaan tes tertulis, panggilan wawancara dan tes wawancara. Kemudian diikuti oleh tes kesehatan calon karyawan dan diakhiri dengan konfirmasi terhadap jabatan yang ditawarkan.
Masing-masing proses seleksi di atas akan dibahas tuntas berikut strategi-strategi yang harus diterapkan oleh siapapun yang akan meniti karir sebagai karyawan eksekutif perusahaan.




http://pestabuku.info/products-page/psikologi/7-proses-seleksi-karyawan/

about sdm

Sumber daya manusia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi.
Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Dalam bidang ilmu ini, terjadi sintesa antara ilmu manajemen dan psikologi. Mengingat struktur SDM dalam industri-organisasi dipelajari oleh ilmu manajemen, sementara manusia-nya sebagai subyek pelaku adalah bidang kajian ilmu psikologi.
Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka. [1]


http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia

make over tempat usaha

Make Over Tempat Usaha Makanan

Bila Anda sedang berjalan-jalan ke mal bersama keluarga lalu memutuskan untuk makan, maka Anda pasti mulai berkeliling di area restoran sambil melihat-lihat tempat makan yang ada serta menunya. Begitu juga bila Anda masuk ke kawasan tempat jajan baik food court maupun kaki lima, Anda pasti akan berkeliling dahulu untuk kemudian memutuskan memilih salah satu dari sekian banyak tempat makan tersebut. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Anda memilih tempat tersebut dan bukan yang lain padahal mereka menjual makanan yang sama.

Pada masa sekarang sangat penting bagi para pemilik usaha untuk mulai serius memikirkan desain dari tempat usaha mereka. Desain pada saat ini merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan orang dalam membeli. Perubahan-perubahan desain yang dilakukan pada tempat usaha, bisa langsung berpengaruh terhadap pendapatan bulanan Anda.

Pada kasus berikut, saya mengambil contoh sebuah restoran Jepang yang berada di sebuah mal di kawasan selatan Jakarta. Pada saat saya mulai mengerjakan renovasi interior, persaingan antarrestoran berlangsung sangat ketat sehingga pemilik merasa sangat perlu untuk mengubah nuansa interior. Dengan memperhatikan keadaan yang ada (foto atas), ada beberapa hal yang menurut saya perlu dirubah.

1.Warna dari interior ruangan perlu dibuat lebih cerah terang. Hal ini mengingat harga makanan yang dijual tidak terlalu tinggi sehingga suasana terang lebih berkesan informal.

2.Jumlah meja serta tempat duduk belum optimal. Pada bagian tengah ruangan terasa kosong sehingga berkesan dingin. Bila Anda mendesain tempat makan, maka Anda harus menempatkan meja secara tepat. Terlalu rapat tentunya tidak baik, tetapi terlalu kosong memberikan kesan ‘kosong’ dan dingin pada tamu sehingga mereka enggan untuk masuk.

3.Pencahayaan yang berasal dari lampu neon putih membuat ruangan tampak pucat. Saya mengganti seluruh pencahayaan menggunakan neon daylight yang berkesan hangat serta menempatkan lampu-lampu halogen tambahan yang menyorot ke dinding (foto kanan).

4.Nuansa restoran  dibuat menjadi lebih modern dan muda dengan mengganti gambar di kanan ruangan dengan gambar kartun Jepang serta menempelkan cermin di kiri ruangan untuk menambah kesan lega. Pengecatan warna kayu coklat tua menjadi warna putih juga menjadikan suasana ceria dan tidak resmi.

Dengan mengganti keseluruhan suasana menjadi lebih muda, cerah, gembira dan sangat informal, restoran Jepang ini telah berhasil menaikan omset mereka dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, mulailah memperhatikan tempat usaha Anda. Sedikit perubahan dapat membuat banyak perbedaan. Selamat mencoba.








http://majalahduit.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1099:mei-batubara&catid=50:cat-tips&Itemid=66

informasi


   
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Tempat usaha kelas menengah ke bawah terancam bangkrut. Ada sekitar 120 tempat usaha yang terancam gulung tikar. Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan, Adrian Mailite mengatakan, tempat usaha yang paling banyak mengalami kebangkrutan adalah live music dangdut serta karaoke kelas bawah.

''Sudah 2-3 tahun ini mereka mengalami kondisi darurat,” kata Adrian, Kamis (14/10).

Tempat-tempat yang mungkin akan ditutup di antaranya hampir tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Beberapa di antaranya terdapat di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat; Jalan Wahid Hasyim dan Sabang, Jakarta Pusat; Daan Mogot, Jakarta Barat; Pulomas, Jakarta Timur; dan sekitar Melawai, Jakarta Selatan.

Menurut Adrian, selama ini, tempat usaha itu tetap beroperasi untuk sekadar tidak rugi saja. Padahal, lanjutnya, perputaran uang di bisnis ini sebenarnya lumayan besar, yakni hingga Rp 300 miliar per tahun. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang cuma Rp 265 miliar.

Selain 120 tempat usaha yang terancam bangkrut, Adrian juga mengatakan ada sekitar 50-60 tempat hiburan yang tutup selama 2010 ini. Alasannya, mereka tidak sanggup menghadapi persaingan yang ketat, terutama tempat hiburan kelas menengah ke atas. Ia juga menduga faktor beralihnya gaya hidup masyarakat ikut berpengaruh.

Adrian mengatakan gaya hidup masyarakat sudah tidak lagi mengutamakan hiburan di tempat-tempat seperti live music dangdut atau karaoke kelas bawah. Ia mengatakan daya beli masyarakat pun sudah berkurang. “Kebanyakan sudah beralih ke pusat-pusat perbelanjaan,” katanya. Sebab, di tempat tersebut mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk sekadar cuci mata dan wisata.
Tempat hiburan jarang permanen
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, tak mendapatkan informasi mengenai kebangkrutan tempat wisata itu. “Kalau mereka tutup, pasti ada laporannya,” katanya.

Setiap akhir tahun, lanjut Arie, selalu ada pendataan mengenai jumlah tempat usaha yang masih beroperasi. “Mereka pasti melapor sehingga selalu terpantau dinas,” katanya. Jika hal tersebut tidak dilakukan, pengusaha bisa merugi lagi karena pajak akan tetap ditagihkan. Kalaupun tempat usaha sudah tidak lagi beroperasi, ia menyarankan untuk segera melapor dinas terkait.

Menurut Arie, bisnis tempat hiburan di Jakarta tak pernah bersifat permanen. Kenaikan dan penurunannya pun tidak terlalu signifikan, hanya sekitar 5 persen. Ia mengatakan persaingan antar-tempat usaha pasti ada.

Yang membedakannya adalah segmentasi pasarnya. Misalnya pedagang kaki lima (PKL) tidak bisa bersaing dengan restoran karena kelasnya berbeda. Meskipun tidak bisa dipungkiri jika kualitas yang akan berperan lebih dominan. Ia mengatakan, tempat usaha di Jakarta tidak perlu khawatir dengan persaingan yang ada. “Selama cara operasinya benar, tidak perlu takut,” katanya.

Perihal perubahan pola hiburan masyarakat, Arie mengatakan, konsep one stop shopping ikut berpengaruh dan menggerus dunia usaha. “Warga jadi lebih senang main ke mal karena semuanya sudah tersedia,” jelasnya




http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/10/14/140235-ratusan-tempat-hiburan-di-jakarta-terancam-bangkrut