Harga emas tembus rekor baru
Rabu, 22/09/2010 15:03:03 WIBOleh: Berliana Elisabeth S.
JAKARTA: Harga emas naik hingga mencapai rekor tertinggi baru dalam 5 hari berturut-turut dipicu oleh depresiasi dolar yang menyentuh level terendah 6 pekan terhadap euro.
Koreksi dolar AS ini setelah bank sentral AS Federal Reserve menyatakan membuka kemungkinan program pemulihan ekonomi tambahan yang dikenal dengan istilah quantitative easing (QE).
Depresiasi dolar AS ini langsung mengangkat emas yakni untuk pengiriman segera naik 0,3% menjadi US$1.291,05 per ounce. Harga emas yang biasanya berlawanan dengan dolar AS, sudah menanjak 17% tahun ini, sehingga harga logam mulia ini naik dalam 10 tahun berturut-turut.
Harga emas untuk kontrak pengiriman Desember di Comex New York naik 1,4% menjadi US$1.292,50 per ounce, atau menjadi rekor tertinggi baru.
“Masih terlihat tren bullish untuk harga emas, karena masih terdapat sejumlah kekhawatiran terhadap mata uang, apakah mencetak uang baru dalam QE,” kata Peter McGuire, managing director CWA Global Markets Pty, di Sydney seperti dikutip Bloomberg, Rabu.
Analis Askap Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan the Fed melakukan apa yang diharapkan pasar untuk melakukan apa yang semestinya.
Berdasarkan hasil rapat regular the Fed, Federal Open Market Committee (FOMC), bank sentral memutuskan tidak melaksanakan pembelian aset baru, tetapi membuka 'pintu' untuk tindakan tersebut. The Fed siap menyediakan akomodasi tambahan jika diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan inflasi dari waktu ke waktu. (spr)
Koreksi dolar AS ini setelah bank sentral AS Federal Reserve menyatakan membuka kemungkinan program pemulihan ekonomi tambahan yang dikenal dengan istilah quantitative easing (QE).
Depresiasi dolar AS ini langsung mengangkat emas yakni untuk pengiriman segera naik 0,3% menjadi US$1.291,05 per ounce. Harga emas yang biasanya berlawanan dengan dolar AS, sudah menanjak 17% tahun ini, sehingga harga logam mulia ini naik dalam 10 tahun berturut-turut.
Harga emas untuk kontrak pengiriman Desember di Comex New York naik 1,4% menjadi US$1.292,50 per ounce, atau menjadi rekor tertinggi baru.
“Masih terlihat tren bullish untuk harga emas, karena masih terdapat sejumlah kekhawatiran terhadap mata uang, apakah mencetak uang baru dalam QE,” kata Peter McGuire, managing director CWA Global Markets Pty, di Sydney seperti dikutip Bloomberg, Rabu.
Analis Askap Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan the Fed melakukan apa yang diharapkan pasar untuk melakukan apa yang semestinya.
Berdasarkan hasil rapat regular the Fed, Federal Open Market Committee (FOMC), bank sentral memutuskan tidak melaksanakan pembelian aset baru, tetapi membuka 'pintu' untuk tindakan tersebut. The Fed siap menyediakan akomodasi tambahan jika diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan inflasi dari waktu ke waktu. (spr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar